4 Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

  • admin July 15, 2022
  • 106 Views

Berencana untuk menjual atau membeli tanah? Pastikan kamu punya surat perjanjiannya. Surat perjanjian jual beli tanah berfungsi sebagai bukti bahwa penjual telah sepakat untuk memindahkan ha katas tanah miliknya kepada pembeli dengan imbalan berupa uang dengan jumlah yang sudah disepakati juga. Apa saja yang perlu kamu ketahui sebelum membuat perjanjian jual beli tanah?. Yuk scroll untuk lebih lanjut!

A. Sekilas tentang surat perjanjian jual beli tanah

Dirangkum dari berbagai sumber, surat perjanjian jual beli tanah adalah surat atau dokumen yang menjelaskan syarat dan ketentuan jual beli. Objek jual belinya biasanya berupa sebidang tanah, bisa kosong bisa juga terdapat bangunan atau tanaman di atasnya.

 

Baca juga: Seberapa Penting Sih Surat Pernyataan Jual Beli Tanah

B. Hal-hal yang perlu dimuat di surat perjanjian jual beli tanah

Dikutip dari laman Rumah.com, ada beberapa hal yang perlu dimuat di surat perjanjian jual beli tanah. Tujuannya agar informasi yang berkaitan dengan jual-beli tanah sampai ke kedua belah pihak, yakni pembeli dan penjual. 

1. Identitas kedua belah pihak

Identitas pihak pertama (pemilik tanah/penjual tanah) dan pihak kedua (pembeli tanah) perlu dicantumkan di surat perjanjian jual beli tanah. Cantumkan informasi berupa:

  • Nomor identitas kependudukan
  • Alama
  • Nomor ponsel

Informasi di atas dapat membantu kamu untuk memvalidasi identitas individu yang melakukan transaksi. 

2. Informasi DP dan metode pembayaran

Informasi tentang uang anda jadi atau down payment (DP) perlu disertakan di surat perjanjian jual beli tanah. Di samping itu, sertakan pula metode pembayarannya untuk mempermudah transaksi. 

Masukkan informasi pendukung seperti pilihan tunai atau cash dan cicilan. Tuliskan pula tenggat waktu pembayaran hingga besaran cicilan, serta tanggal pelunasan yang disepakati. 

3. Pernyataan tentang tanggungan

Terdapat tanggungan atau beban biaya tertentu saat proses jual beli tanah. Misalnya biaya balik nama, iuran, pajak, dan sejenisnya. Masukkan biaya-biaya tersebut ke dalam surat perjanjian jual beli tanah, tepatnya pada pasal pengikat. 

4. Pasal pengikat

Pasal-pasal pengikat berfungsi untuk mengikat kedua belah pihak dalam proses transaksi. Pasal tersebut memiliki status hukum mengikat dan wajib untuk dipatuhi. 

Informasi berikut dapat disertakan sebagai pasal pengikat, misalnya harga dan metode pembayaran, jaminan dan sanksi, pajak dan iuran, penyelesaian masalah, dan sebagainya. 

Pasal-pasal tersebut dapat menjadi panduan saat terjadi hal di luar kendali atau konflik antara kedua belah pihak. 

 

Baca juga: 5 Manfaat Surat Perjanjian Jual Beli

C. Contoh surat perjanjian jual beli tanah

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini 4 contoh surat perjanjian jual beli tanah. 

1. Contoh surat perjanjian jual beli tanah bermaterai

Dikutip dari laman Rumah.com, berikut adalah salah satu contoh surat perjanjian jual beli tanah bermaterai. 

SURAT KETERANGAN JUAL BELI SEBELUM DIAKTAKAN

Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : ……………………………………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : ……………………………………………………………………………………………

Pekerjaan : ……………………………………………………………………………………………

Alamat : …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Nomor KTP : ……………………………………………………………………………………………

Untuk selanjutnya disebut pihak pertama (penjual).

Nama : ……………………………………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : ……………………………………………………………………………………………

Pekerjaan : ……………………………………………………………………………………………

Alamat : ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Nomor KTP : ……………………………………………………………………………………………

Untuk selanjutnya disebut pihak kedua (pembeli)

Pada hari ini …………….. tanggal …… (…………………………………………….) bulan …………. tahun ………… (………………………………………………………………………………..). Pihak pertama dengan ini menyatakan dan mengikatkan diri untuk menjual ke pihak kedua dan pihak kedua juga berjanji, menyatakan serta mengikatkan diri untuk membeli dari pihak pertama berupa:

Sebidang tanah dengan hak ……………………………….. yang diuraikan dalam nomor sertifikat tanah…………… Yang berlokasi di…………………………………………(alamat lengkap) dengan ukuran panjang tanah …………..m (……………………………………… meter) lebar ………..m (……………. meter) dengan luas tanah …………….. m2 (…………………… meter persegi) dan untuk selanjutnya disebut dengan Tanah. Dengan batas-batas tanah sebagai berikut:

Sebelah barat : Berbatasan dengan …………………………………………………………………

Sebelah timur : Berbatasan dengan …………………………………………………………………

Sebelah utara : Berbatasan dengan …………………………………………………………………

Sebelah selatan : Berbatasan dengan …………………………………………………………………

Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian jual beli tanah di mana syarat dan ketentuannya diatur dalam 10 (sepuluh) pasal, seperti berikut di bawah ini:

 

Pasal 1 – HARGA DAN CARA PEMBAYARAN

Jual beli tanah tersebut dilakukan dan disetujui oleh masing-masing pihak dengan harga per meter persegi Rp ……………… (…………………………………..…Rupiah *terbilang dalam huruf), sehingga keseluruhan harga tanah tersebut adalah: Rp ……………… (…………………………………..…Rupiah *terbilang dalam huruf), dan akan dibayarkan Pihak Kedua kepada Pihak Pertama secara (tunai / kredit ) selambat-lambatnya tanggal …… (………………………………) bulan …………. tahun ………… (……………………………………………………..) setelah ditandatanganinya surat perjanjian ini.

 

Pasal 2 – JAMINAN DAN SAKSI

Pihak Pertama menjamin sepenuhnya bahwa Tanah yang dijualnya adalah milik sah atau hak pihak pertama sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut mempunyai hak, bebas dari sitaan, tidak tersangkut dalam suatu perkara atau sengketa, hak kepemilikannya tidak sedang dipindahkan atau sedang dijaminkan kepada orang atau pihak lain dengan cara bagaimana pun juga, dan tidak sedang atau telah dijual kepada orang atau pihak lain.

Jaminan pihak pertama dikuatkan oleh dua orang yang turut menandatangani Surat Perjanjian ini selaku saksi. Kedua orang saksi tersebut adalah:

Nama : …………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : …………………………………………………………………

Pekerjaan : …………………………………………………………………

Alamat : …………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………….

Nomor KTP : …………………………………………………………………

Hubungan kekerabatan : …………………………………………………………………

Selanjutnya disebut sebagai saksi I

Nama : …………………………………………………………………

Tempat Tgl Lahir : …………………………………………………………………

Pekerjaan : …………………………………………………………………

Alamat : …………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………….

Nomor KTP : …………………………………………………………………

Hubungan kekerabatan : …………………………………………………………..

Selanjutnya disebut sebagai saksi II

 

Pasal 3 – PENYERAHAN TANAH

Pihak pertama berjanji serta mengikatkan diri untuk menyerahkan sertifikat tanah kepada pihak kedua selambat-lambatnya tanggal …… (………………………………) bulan …………. tahun ………… (…………………………………………………..) setelah pihak kedua melunasi seluruh pembayarannya.

 

Pasal 4 – STATUS KEPEMILIKAN

Sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian ini maka tanah tersebut di atas beserta segala keuntungan maupun kerugiannya beralih dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dengan demikian hak kepemilikan tanah tersebut sepenuhnya menjadi hak milik Pihak Kedua.

 

Pasal 5 – PEMBALIKNAMAAN KEPEMILIKAN

Pihak pertama wajib membantu pihak kedua dalam proses pembaliknamaan atas kepemilikan hak tanah dan bangunan rumah tersebut dalam hal pengurusan yang menyangkut instansi-instansi terkait, memberikan keterangan-keterangan serta menandatangani surat-surat yang bersangkutan serta melakukan segala hak yang ada hubungannya dengan pembaliknamaan serta perpindahan hak dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua.

Segala macam biaya yang berhubungan dengan balik nama atas tanah dari Pihak Pertama kepada Pihak Kedua dibebankan sepenuhnya kepada Pihak Kedua.

 

Pasal 6 – PAJAK, IURAN, DAN PUNGUTAN

Kedua belah pihak bersepakat bahwa segala macam pajak, iuran, dan pungutan uang yang berhubungan dengan tanah di atas:

Sejak sebelum hingga waktu ditandatanganinya perjanjian ini masih menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pihak Pertama.

Setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan seterusnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pihak Kedua.

 

Pasal 7 – MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN

Perjanjian ini tidak berakhir karena meninggal dunianya pihak pertama, atau karena sebab apapun juga. Dalam keadaan demikian maka para ahli waris atau pengganti pihak pertama wajib mentaati ketentuan yang tertulis dalam perjanjian ini dan pihak pertama mengikat diri untuk melakukan segala apa yang perlu guna melaksanakan ketentuan ini.

 

Pasal 8 – HAL-HAL LAIN

Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak.

 

Pasal 9 – PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau mufakat maka kedua belah pihak telah sepakat memilih menyelesaikan perkara secara hukum. Tentang perjanjian ini dan segala akibatnya, kedua belah pihak memilih menyelesaikan perkara di …………………………………………………………..

Demikianlah Surat Perjanjan ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak di ……………………………… pada Hari ……………… Tanggal …… (..………………………………) Bulan …………………. Tahun ……… ( …………………………..………………….. ), dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun

PIHAK PERTAMA, ( …………….……………………….. )

PIHAK KEDUA, ( …………….…Materai…………………….. )

 

Saksi-Saksi:

SAKSI PERTAMA, ( …………….……………………….. )

SAKSI KEDUA, ( …………….……………………….. )

 

2. Contoh surat perjanjian jual beli tanah dan bangunan

Dikutip dari laman Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII), berikut contoh surat perjanjian jual beli tanah dan bangunan. 


 

3. Contoh surat perjanjian jual beli tanah warisan

Dikutip dari laman Jendela360, berikut ini contoh surat perjanjian jual beli tanah warisan beserta format dan pasal-pasalnya. 

Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Warisan

Yang bertanda tangan di bawah ini masing-masing kedua belah pihak:
Nama                            : _______________________________________________
Tempat Tanggal Lahir   : _______________________________________________
Alamat                          : _______________________________________________

Sebagai perwakilan penjual/perwakilan Ahli Waris selanjutnya disebut dengan pihak pertama.
Nama                           : Yenis Triana
Tempat Tanggal Lahir  : Subang 04 Maret 1991
Alamat                         : Kampung Cibatu Sanding RT10/05 Desa Munjul Kecamatan Pagaden Barat Kabupaten Subang.

Selanjutnya disebut dengan pihak kedua/Pembeli

Dengan ini Saya sebagai PIHAK PERTAMA pada tanggal _____, bulan __________ Tahun, _____ telah menjual tanah warisan orang tua seluas ________ m2 kepada PIHAK KEDUA dengan alamat __________________________________________

Tanah tersebut telag mutlak dijual oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA yang disetujui oleh semua Ahli Waris dari PIHAK PERTAMA dan para Saksi dari kedua belah pihak dengan harga Rp. ________________ ( ________________ )

Adapun pihak-pihak ahli waris adalah sebagai berikut:

Nama                                                             Tanda Tangan
1. _______________________                         _________________________
2. _______________________                         _________________________
3. _______________________                         _________________________
4. _______________________                         _________________________

Selanjutnya PIHAK PERTAMA telah mengadakan Ijab Kabul atas jual beli tersebut dengan PIHAK KEDUA, maka tanah tersebut sudah mutlak dan sah menjadi milik PIHAK KEDUA juga segala resiko yang menyangkut Pajak atas tanah tersebut dan biaya pembuatan AKTA JUAL BELI ke PPAT menjadi tanggungan PIHAK KEDUA.

Apabila di kemudian hari ternyata Ahli Waris saya PIHAK PERTAMA ada yang menggugat tanah tersebut, maka pihak yang berwenang agar menolaknya karena tanah tersebut telah mutlak dijual oleh PIHAK PERTAMA.

Demikian Surat Jual Beli ini, dibuat dengan sebenarnya dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani serta tidak ada paksaan dari pihak manapun.

Subang, _____________________ 20

Pihak Kedua                                                                                      Pihak Pertama

 

             Yenis Triana                                                                                ________________

Saksi-saksi
1. _______________________ ( ______________ )
2. _______________________ ( ______________ )

 

Perlu diketahui juga, surat perjanjian tersebut harus menyertakan surat kuasa ahli waris dari almarhum. Surat kuasa ini butuh persetujuan lurah dan camat. 

4. Contoh surat perjanjian jual beli tanah sebuah pulau

Contoh surat satu ini pernah masuk pemberitaan di laman Detikcom pada Februari 2021. Lahan yang dijual adalah lahan Pulau Lantigiang Selayar, Sulawesi Selatan. Pulau tersebut dikabarkan dijual hampir semiliar rupiah pada pihak ketiga dan ijab-kabulnya hanya ditandai lewat secarik kertas. 

 

Lantas, bagaimana isi surat perjanjian jual beli tanah tersebut? Dikutip dari laman Detikcom, berikut isi suratnya. 

Surat diduga tanda ijab-kabul Pulau Lantigiang, Sulawesi Selatan. (Foto: Istimewa)

Nah itulah contoh-contoh surat perjanjian jual beli tanah. Kalau kamu perlu membuat surat perjanjian jual beli tanah, jangan lupa minta saran dari ahli hukum ya, jangan asal buat sembarangan dari contoh yang kamu dapat gratis dari internet. Dan satu lagi, perjanjian jual beli tanah ini harus dibuat di hadapan notaris pejabat pembuat akta tanah (PPAT), jadi jangan coba-coba buat perjanjian jual beli tanah sendiri!